Letak Negara Indonesia

1. Letak Astronomis

Letak astronomis adalah letak suatu wilayah berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Secara astronomis, Indonesia terletak di daerah tropis, terbentang dari utara ke selatan antara 6°LU hingga 11°LS serta dari barat ke timur antara 95° BT hingga 141° BT.

Pada daerah ekuator, jarak satu derajad sama dengan 111 km. Semakin ke arah
kutub jarak satu derajad semakin pendek, hingga angka nol kilometer di kutub.

Panjang Indonesia dari ujung Barat ke ujung Timur adalah 46°. Jika dijadikan dalam satuan kilometer, maka panjang kepulauan Indonesia menjadi 46° × (111 km/° = 5106 km.)

Jika dandingkan dengan Benua Australia yang membentang dari Barat ke Timur sepanjang 40°. Pada ketinggian 30°LS, panjang setiap derajad hanya 96 km. Maka panjang Australia dari Barat ke Timur adalah 40° × (96 km/° = 3840 km.)
Berikut gambar - gambarnya :



letak astronomis indonesia

letak astronomis indonesia

letak astronomis indonesia

2. Letak Geologis

Letak geologis adalah letak suatu wilayah berdasarkan susunan batuan yang ada pada bumi.
Letak geologis wilayah Indonesia adalah sebagai berikut :

a. Indonesia merupakan bagian dari dua buah rangkaian pegunungan besar di dunia, yaitu rangkaian Pengunungan Mediteran dan rangkaian Pegunungan Sirkum Pasifik.
b. Indonesia terletak pada pertemuan lempeng litosfer, yaitu lempeng Indonesia – Australia yang bertumbukan dengan lempeng Asia.
c. Indonesia terletak pada tiga daerah dangkalan, yaitu Dangkalan Sunda, Dangkalan Sahul dan Daerah Laut pertengahan Australia Asiatis.

Letak geologis inilah yang menyebabkan wilayah Indonesia banyak dijumpai gunung berapi, sehingga banyak wilayah di Indonesia yang kesuburannya cukup tinggi.

Namun perlu disadari pula bahwa letak geologis yang demikian itu menyebabkan wilayah Indonesia rawan dengan bencana alam seperti gunung meletus dan gempa bumi.
Berikut gambar - gambarnya :


Letak Geologis Indonesia

Letak Geologis Indonesia

Letak Geologis Indonesia

3. Letak Geografis

Letak geografis adalah letak suatu wilayah sesuai dengan kondisi wilayah yang sebenarnya di permukaan bumi. Biasanya letak geografis dilihat dari permukaan bumi yang ada di sekitarnya.

Secara geografis, Indonesia diapit oleh dua benua dan dua samudera, yaitu :

a. Benua Asia di sebelah Barat Laut dan Benua Australia di sebelah Tenggara.
B. Samudra Hindia di sebelah Barat dan Selatan dan Samudra Pasifik di sebelah Timur Laut.

Letak negara Indonesia pada posisi silang, menjadikan Indonesia sebagai wilayah
yang strategis. Dilalui oleh jalur perdagangan internasional baik melalui laut maupun
udara. Keadaan ini tentu saja dapat memberikan keuntungan bagi negara kita pada
masa damai tetapi memiliki posisi yang rawan pada saat terjadi konflik.
Berikut gambar - gambarnya :

Letak Geografis Indonesia

Letak Geografis Indonesia


Letak Geografis Indonesia - Posisi Silang

Letak Geografis Indonesia - di Posisi Silang Dunia










Kondisi Fisik Wilayah dan Penduduk Indonesia


Aktivitas penduduk dalam memenuhi kebutuhan hidupnya cenderung memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan fisiknya. Kondisi geografis ini mewarnai aktivitas kehidupan penduduk.

Negara Indonesia merupakan rangkaian gugusan pulau yang terbentang sepanjang + 5.600 km dari Sabang hingga Merauke. Wilayah negara Republik Indonesia mempunyai gugusan pulau terbanyak di dunia. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah pulau di Indonesia mencapai 18.110 buah (Buku Pintar Seri Senior, 2003), terdiri atas pulau besar dan kecil, baik yang berpenghuni ataupun tidak. Keberadaan pulau-pulau dan luas wilayah tersebut merupakan salah satu unsur fisik penyusun wilayah Indonesia

Pada umumnya kegiatan ekonomi dan sosial penduduk Indonesia sangat dipengaruhi oleh potensi Kondisi Fisik Wilayah dan Penduduk

Daerah dataran tinggi, merupakan daerah pertanian hortikultura sebagian besar penduduknya banyak menghasilkan sayur-sayuran dan buah-buahan, perkebunan.

Daerah dataran rendah sebagian besar penduduknya bertani dan menghasilkan komoditas hasil pertanian tanaman pangan. Daerah pantai merupakan daerah perikanan, apabila sebagian besar penduduknya sebagai petani tambak dan nelayan

Daerah Industri dan jasa cenderung berkembangdi daerah dataran rendah, sehinga sebagian besar penduduknya bekerja pada industri, menghasilkan berbagai produk industri dan jasa.

Kondisi geografi juga berpengaruh terhadap jenis transportasi. Daerah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua memiliki karakteristik prasarana dan sarana transportasi.

Kondisi Fisik Wilayah Indonesia meliputi :

1. Letak Indonesia
a. Letak Astronomis
b. Letak Geografis
c. Letak Geologis
d. Pengaruh Letak Indonesia terhadap Perubahan Musim
e. Perubahan Musim di Indonesia
f. Angin Muson Barat dan Angin Moson Timur

2. Relief Daratan Indonesia

3. Persebaran Jenis Tanah
a. Tanah Vertikal
1) Lapisan tanah atas
2) Lapisan tanah bawah
3) Lapisan bahan induk tanah
4) Lapisan batuan induk

b . Jenis-Jenis Tanah (Persebaran Tanah Horizontal)
1) Tanah gambut (organosol)
2) Tanah latosol
3) Tanah regosol
4) Tanah aluvial
5) Tanah litosol
6) Tanah grumusol
7) Tanah andosol
8) Tanah podzolik merah-kuning
9) Tanah rendzina

4. Persebaran Flora dan Fauna
1. Dunia Tumbuhan (Flora)
a. Flora di Indonesia Bagian Barat (Asiatis)
b. Flora di Indonesia Bagian Tengah
c. Flora di Indonesia Bagian Timur (Australis)

2. Dunia Hewan (Fauna)
a. Fauna Indonesia Bagian Barat (Asiatis)
b. Fauna Indonesia Bagian Tengah
c. Fauna Indonesia Bagian Timur (Australis)

Jenis-Jenis Tanah Vertikal

Persebaran tanah secara horizontal di Indonesia sebagai berikut :

Bentuk persebaran tanah vertikal dapat dilihat saat ada penggalian parit, liang, atau sumur. Saat mencapai kedalaman tertentu, akan terlihat perbedaan warna lapisan tanah.

Perbedaan warna lapisan tanah tersebut dikenal dengan sebutan profil tanah. Secara garis besar, profil tanah terdiri atas empat lapisan.

1. Lapisan tanah atas
Lapisan tanah atas disebut juga topsoil, merupakan lapisan tanah yang paling subur, berwarna cokelat kehitam-hitaman, gembur, dan memiliki ketebalan hingga 30 cm. Pada lapisan inilah berkembang aktivitas organisme tanah. Kesuburan tanah lapisan ini disebabkan pengaruh humus (bunga tanah), yaitu campuran sisa tumbuhan dan hewan yang telah mati dan membusuk di dalam lapisan atas.

2. Lapisan tanah bawahLapisan tanah bawah disebut juga subsoil, merupakan lapisan tanah yang berada tepat di bawah lapisan topsoil. Lapisan ini kurang subur, kandungan zat makanan sangat sedikit, berwarna kemerahan atau lebih terang, strukturnya lebih padat, dan memiliki ketebalan antara 50 - 60 cm. Aktivitas organisme dalam tanah mulai berkurang. Hanya tanaman keras yang berakar tunggang saja yang mampu mencapainya.

3. Lapisan bahan induk tanah
Lapisan bahan induk tanah disebut juga regolith, merupakan asal atau induk dari lapisan tanah bawah, berwarna kelabu keputih-putihan, bersifat kurang subur, strukturnya sangat keras, dan sulit ditembus sistem perakaran. Di lereng-lerang pegunungan lapisan ini seringkali terlihat dengan jelas. Lapisan tanah ini sulit dibudidayakan dan hanya akan menghasilkan tanaman yang kerdil

4. Lapisan batuan induk
Lapisan batuan induk disebut juga bedrock, merupakan bentuk batuan pejal yang belum mengalami proses pemecahan, terletak di lapisan paling bawah, sehingga jarang dijumpai manusia. Akan tetapi di pegunungan lipatan atau patahan, lapisan ini terkadang terlihat, lahan tersebut merupakan lahan yang tandus dan tidak dapat ditanami karena merupakan lapisan batuan.

Jenis - Jenis Tanah Horizontal

Persebaran tanah secara horizontal di Indonesia sebagai berikut :

1. Tanah gambut (organosol)
Tanah gambut berwarna hitam, kandungan air dan bahan organik tinggi, pH atau tingkat keasaman tinggi, miskin unsur hara, drainase jelek, dan kurang subur, terdapat di Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Timur, dan Papua bagian Selatan. Pemanfaatannya terbatas untuk pertanian perkebunan seperti karet, kelapa dan palawija.

2. Tanah latosol
Tanah latosol berwarna merah kecokelatan, memiliki profil tanah yang dalam, mudah menyerap air, memiliki pH 6 – 7 (netral) hingga asam, memiliki zat fosfat yang mudah bersenyawa dengan unsur besi dan aluminium, kadar humusnya mudah menurun. Tersebar di kawasan Bukit Barisan (Sumatra), Jawa, Kalimantan Timur dan Selatan, Bali, Papua, dan Sulawesi. Jenis tanah ini merupakan bentuk pelapukan batuan vulkanis.

3. Tanah regosol
Tanah regosol merupakan hasil erupsi gunung berapi, sangat subur, berbutir kasar, berwarna keabuan, kaya unsur hara, pH 6 - 7, cenderung gembur, kemampuan menyerap air tinggi, dan mudah tererosi. Di Indonesia terdapat di setiap pulau yang memiliki gunung api, baik yang masih aktif ataupun yang sudah mati. Banyak dimanfaatkan untuk lahan pertanian

4. Tanah aluvial
Tanah aluvial meliputi lahan yang sering mengalami banjir, sehingga dapat dianggap masih muda. Kesuburannya ditentukan sifat bahan asalnya. Misalnya tanah di sekitar Lembah Sungai Bengawan Solo berasal dari pegunungan Sewu, umumnya kurang subur karena kekurangan unsur fosfor dan kalium.

5. Tanah litosol
Tanah litosol dianggap sebagai lapisan tanah yang masih muda, dangkal (kurang dari 45 cm), kurang subur. tampak sebagai batuan padat yang padu. Jenis tanah ini belum lama mengalami pelapukan. Jenis tanah ini tersebar luas di seluruh Kepulauan Indonesia. Di Sumatra, jenis tanah ini terdapat di wilayah yang tersusun dari batuan kuarsit, konglomerat, granit, dan batu lapis.

6. Tanah grumusol
Tanah grumusol pada umumnya mempunyai tekstur liat, berwarna kelabu hingga hitam, pH netral hingga alkalis, dan mudah pecah saat musim kemarau, terdapat pada daerah yang tingginya tidak lebih dari 300 m dpl. Pemanfaatan umumnya untuk jenis vegetasi rumput rumputan atau tanaman keras semusim (misalnya pohon jati).

7. Tanah andosol
Tanah andosol terbentuk dari endapan abu vulkanik yang telah mengalami pelapukan, sangat subur. berwarna cokelat kehitaman, tersebar di pulau-pulau yang memiliki gunung api aktif, seperti di Sumatra bagian Barat, Jawa, Bali, dan sebagian Nusa Tenggara. Terdapat di dataran tinggi, banyak dimanfaatkan untuk tanaman perkebunan dan hortikultura.

8. Tanah podzolik merah-kuning
Tanah podzolik merah-kuning berasal dari bahan induk batuan kuarsa di zona iklim basah dengan curah hujan antara 2.500 - 3.000 mm/tahun. Sifatnya mudah basah dan mudah mengalami pencucian oleh air hujan, kesuburannya berkurang. dapat dimanfaatkan untuk persawahan dan perkebunan dengan pemupukan yang teratur.Tersebar di dataran tinggi Sumatra, Sulawesi, Papua, Kalimantan, Jawa Barat, Maluku, dan Nusa Tenggara.

9. Tanah rendzina
Tanah rendzina merupakan tanah padang rumput yang tipis berwarna gelap, terbentuk dari kapur lunak, batu-batuan mergel, dan gips, kandungan Ca dan Mg tinggi, pH antara 7,5 - 8,5 dan peka terhadap erosi, tersebar tidak begitu luas di beberapa pulau Indonesia. a.l di Maluku, Papua, Aceh, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Pegunungan Kapur di Jawa. kurang bagus untuk lahan pertanian.

Angin Muson Barat dan Angin Muson Timur


Indonesia terletak di wilayah ekuator, berada antara Samudra Pasifik dan Samudra India,  serta antara benua Asia dan Australia.

Besar kecil tekanan udara sangat dipengaruhi oleh posisi matahari terhadap bumi.
a. Pada tanggal 21 Juni posisi matahari beredar di 23½° LU.
b. Pada tanggal 23 September, posisi matahari beredar di atas katulistiwa.
c. Pada tanggal 22 Desember posisi matahari beredar di 23½° LS.
d. Pada tanggal 21 Maret posisi matahari beredar di katulistiwa.


1. Angin Muson Barat
Bertiup setiap bulan Oktober - April ,saat kedudukan semu matahari di belahan bumi selatan.in Hal ini menyebabkan tekanan udara tinggi di Asia dan tekanan udara rendah di Australia,bertiuplah angin dari Asia ke Australia.Karena angin melalui samudra Hindia,angin tersebut mengandung uap air banyak sehingga pada bulan Oktober sampai Maret di Indonesia terjadi musim penghujan.

2. Angin Muson Timur
Bertiup mulai bulan April - Oktober,saat kedudukan semu matahari di sebelah belahan bumi utara,akibatnya tekanan udara di Asia rendah dan tekanan udara di Australia tinggi sehingga angin bertiup dari Australia ke Asia.Angin tersebut melewati gurun yang luas di Australia sehingga bersifat kering. Oleh karena itu di Indonesia mengalami musim kemarau.

Berikut Gambarnya :



Angin dapat dibedakan menjadi angin tetap dan angin periodik.

a. Angin tetap, yaitu angin yang arah tiupnya tetap sepanjang tahun, seperti:

a. angin passat, yaitu angin yang bertiup terus menerus dari daerah maksimum subtropis utara dan selatan (30° – 40°) menuju ke minimum khatulistiwa.
b. angin barat, yaitu angin antipassat (angin yang berhembus di atas angin passat pada ketinggian (30 km dan arahnya berlawanan dengan angin passat).
c. angin timur, yaitu angin yang bertiup dari kedua daerah maksimum kutub menuju daerah minimum subpolar (lintang 661/2° LU dan LS°)


b. Angin periodik, Angin ini dibagi menjadi:
Angin periodik harian meliputi angin darat dan angin laut; angin gunung dan angin lembah.

a. Angin gunung adalah angin yang bertiup dari lereng gunung ke lembah pada malam hari.
b. Angin lembah adalah angin yang bertiup dari lembah ke lereng gunung pada siang hari.
c. Angin darat yaitu angin yang berasal dari darat menuju ke laut, berhembus pada malam hari.
d. Angin laut yaitu angin yang berhembus dari laut ke daratan. Angin laut berhembus pada siang hari.

Angin periodik setengah tahunan, disebut juga dengan angin muson
(musim).

a. Angin lokal yang meliputi antara lain angin siklon, angin anti siklon, dan angin fohn.
b. Angin siklon berada di daerah bertekanan minimum dikelilingi daerah seputarnya yang bertekanan maksimum, sehingga angin memutar masuk.
c. Angin anti siklon adalah angin yang berasal dari daerah bertekanan maksimum menuju ke daerah sekelilingnya yang bertekanan minimum, sehingga angin bergerak putar keluar.
d. Angin fohn adalah angin yang bersifat panas dan kering yang turun dari daerah pegunungan, seperti angin Bahorok di Deli, dan angin Gending di Pasuruan.
e. Angin muson. Muson berasal dari kata monsoon. Monsoon artinya angin musim.

Angin muson adalah gerakan massa udara yang terjadi karena perbedaan tekanan udara yang mencolok antara daratan dan lautan.

Proses terjadinya angin muson sangat dipengaruhi oleh benua Asia di belahan bumi utara dan Australia di belahan bumi selatan yang mengapit dua samudra.

Materi IPS Kelas 8 Bab I

Tokoh Penjelajahan Samudera Bangsa Belanda

1. Barentz
Pada tahun 1594, Barentz mencari daerah Timur (Asia) melalui jalur lain yaitu ke Utara. Perjalanan Barentz terhambat karena air laut membeku sesampainya di Kutub Utara.

Ia berhenti di sebuah pulau yang dikenal dengan nama Pulau Novaya Zemlya, kemudian memutuskan untuk kembali tetapi meninggal dalam perjalanan.


2. Cornelis de Houtman
Pada tahun 1595, de Houtman dengan empat buah kapal yang memuat 249 orang awak beserta 64 meriam, memimpin pelayaran mencari daerah asal rempah- rempah ke arah Timur mengambil jalur seperti yang ditempuh Portugis.

Pada tahun 1596 Cornelis de Houtman bersama rombongan sampai di Indonesia dan mendarat di Banten


3. Abel Tasman
Abel Tasman berlayar mencapai perairan di sebelah Tenggara Australia. Pada tahun 1642 ia menemukan sebuah pulau yang kemudian dikenal dengan nama Pulau Tasmania.